SIDOARJOSATU.COM — Dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon 2026, Kader Adiwiyata SMA Al Muslim menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai wilayah Driyorejo, Gresik. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama LSM ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation) sebagai wujud sinergi menjaga ekosistem sungai dan lingkungan hidup.
Peringatan Hari Sejuta Pohon tahun ini mengusung tema nasional “Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Masa Depan.” Sementara itu, Kader Adiwiyata SMA Al Muslim membawa semangat gerakan “Stay Healthy, Keep the Earth Green” sebagai ajakan kepada generasi muda untuk peduli, bertindak, dan memberi teladan dalam menjaga bumi.
Kepala SMA Al Muslim, Dr. Mahmudah, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi peserta didik.
“Gerakan kecil hari ini adalah investasi besar untuk masa depan. Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori lingkungan, tetapi terjun langsung dan merasakan pentingnya menjaga bumi,” ujar Dr. Mahmudah. Minggu, (11/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara sekolah, LSM, dan masyarakat merupakan implementasi nyata dari profil lulusan Al Muslim sekaligus langkah strategis memperkuat gerakan penghijauan berkelanjutan.
Pendiri ECOTON, Prigi Arisandi, memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai kondisi sungai yang kian memprihatinkan akibat pencemaran limbah, terutama plastik.
“Tercemarnya sungai adalah ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Limbah plastik yang dibuang ke sungai akan terurai menjadi mikroplastik dan dapat masuk ke tubuh kita melalui air maupun ikan,” jelasnya.
Menurut Prigi, penanaman pohon di bantaran sungai memiliki peran penting dalam mencegah erosi, menjaga kualitas air, serta mengurangi risiko banjir di kawasan sekitar.
Perwakilan Kader Adiwiyata SMA Al Muslim, Elina (kelas XI Al Hakam), mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam aksi lingkungan tersebut.
“Kami ingin generasi muda ikut bergerak. Menanam pohon bukan sekadar kegiatan sekolah, tetapi bentuk tanggung jawab kami sebagai generasi masa depan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Penanaman pohon dilakukan di area strategis sepanjang bantaran sungai dengan memilih berbagai jenis tanaman, mulai dari pohon keras, tanaman peneduh, tanaman penguat struktur tanah, hingga tanaman penjaga kualitas air. Pemilihan tanaman disesuaikan dengan kondisi lokal agar memberikan manfaat jangka panjang.
Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu mencegah erosi dan longsor, menjaga kualitas air, menstabilkan ekosistem sungai, mengurangi risiko banjir, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta memperbaiki kualitas udara.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, relawan, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga alam melalui aksi nyata.
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan juga diisi dengan sosialisasi lingkungan, edukasi konservasi sungai, diskusi interaktif, serta ajakan kepada masyarakat untuk merawat pohon yang telah ditanam.
Melalui peringatan Hari Sejuta Pohon 2026 dengan semangat “Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Masa Depan” dan tema Kader Adiwiyata “Stay Healthy, Keep the Earth Green,” SMA Al Muslim bersama ECOTON berkomitmen mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi kini dan mendatang. (SS3)





