Kembali Ke Akar Pesantren : PKB Sidoarjo Bakal Menggelar Sejumlah Kegiatan Menyambut Harlah ke-27

oleh -491 Dilihat
oleh
Foto : Ketua DPC PKB, Abdillah Nasih bersama pengurus DPC PKB Sidoarjo saat konferensi pers di Kantor DPC PKB, Kamis, (17/7/2025).

SIDOARJOSATU.COM — Menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-27, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sidoarjo menggelar sejumlah rangkaian kegiatan yang menekankan nilai spiritual, budaya lokal, dan kepedulian sosial. Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi refleksi penting bagi partai untuk kembali kepada akar perjuangannya yang bersumber dari pesantren dan para ulama.

“Kami ingin seluruh kader PKB kembali menyatu dengan ruh perjuangan awalnya—yakni pesantren dan para kiai. PKB lahir dari rahim ulama, dan nilai-nilai itu yang akan terus kami rawat,” ujar Abdillah Nasih dalam konferensi pers di kantor DPC PKB Sidoarjo, Kamis (17/7/2025).

Baca juga : Fraksi PKB Sidoarjo Tetap Dukung Pertanggungjawaban APBD 2024: ‘Tanpa Koalisi, PKB Tetap Kritis Konstruktif Kawal Kepentingan Rakyat’

Rangkaian kegiatan Harlah ke-27 ini dimulai dengan ziarah dan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren dan tokoh ulama di Sidoarjo. Di antaranya Pondok Pesantren Jenuwangi, Tanggulangin, Sukolego, hingga Pondok Pesantren Al-Khozini. Selain itu, PKB juga akan melakukan ziarah ke makam para muassis dan pendiri PKB di berbagai wilayah, termasuk ke makam KH Abdul Manaf, KH Badrus Soleh, KH Faishol Badrus, KH Usman Badrir, hingga Gus Nasiruddin dan KH Anas Al-Arifi

“Kami datang untuk mendoakan, memohon keberkahan, dan memperkuat kembali spiritualitas politik kami. Ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk hormat kepada pejuang-pejuang pendahulu,” terang Abdillah Nasih.

Selain kegiatan spiritual, DPC PKB juga akan menggelar puncak peringatan Harlah pada 22 Juli 2025, yang akan diisi dengan doa bersama, istighasah, dan rembug kader. Momentum ini juga sekaligus dijadikan ruang refleksi bagi penguatan konsolidasi organisasi.

Abdillah Nasih menyebut, PKB Sidoarjo ingin hadir lebih kuat dalam membangun kebudayaan lokal. Salah satu program yang digagas adalah lomba paduan suara Mars PKB dan lagu-lagu khas Sidoarjo, seperti “Lontong Kupang”, “Petis Sidoarjo”, hingga lagu bertema “Gemah Ripah Loh Jinawi”.

“Kami ingin PKB berkontribusi dalam mengangkat kembali identitas budaya lokal. Jangan sampai lagu-lagu khas Sidoarjo kalah gaungnya dibanding daerah lain,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan bakti sosial bertajuk Roan Musala, yakni kegiatan bersih-bersih dan rehabilitasi musala di beberapa kecamatan yang akan digelar pada 3 Agustus 2025. Aksi ini akan melibatkan kader-kader muda PKB dan relawan Pandji Bangsa.

“Kepedulian sosial adalah bagian dari jati diri PKB. Melayani umat bukan sekadar slogan, tapi kami buktikan melalui tindakan,” jelasnya.

Abdillah Nasih juga mengapresiasi peran media dalam membangun demokrasi lokal yang sehat dan terbuka. Ia berharap media bisa terus menghadirkan pemberitaan yang profesional dan proporsional, demi Sidoarjo yang lebih baik.

“Demokrasi butuh kritik dan keterbukaan. Kami siap menerima masukan dari semua pihak, termasuk media. Kita jalankan peran masing-masing demi kemajuan bersama,” ucapnya.

Dengan mengusung semangat kembali ke pesantren, memperkuat budaya lokal, dan memperluas aksi sosial, PKB Sidoarjo menunjukkan komitmen untuk tetap hadir di tengah masyarakat sebagai partai yang membumi dan solutif. (Had)

No More Posts Available.

No more pages to load.