Kolaborasi dan Nasionalisme Warnai Perayaan HUT RI ke-80 dan Hari Pramuka di SMP Al Muslim Jawa Timur

oleh -539 Dilihat
oleh
Foto : Siswa-siswi SMP Al-Muslim Sidoarjo saat mengikuti lomba paduan suara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, Kamis, (14/8/2025).

SIDOARJOSATU.COM – Semangat kolaborasi dan cinta tanah air mewarnai perayaan gabungan Hari Pramuka ke-64 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di SMP Al Muslim Jawa Timur, Rabu (14/8/2025). Mengusung tema “Kolaborasi adalah Kekuatan, Merdeka adalah Tujuan”, acara ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dihadiri seluruh warga sekolah mulai dari dewan guru hingga siswa.

Ketua panitia, Andri Yulyanto, M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, persiapan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.

Baca juga : Bupati Sidoarjo: SD Al-Muslim Telah Menunjukkan Komitmennya Dalam Menanamkan Nilai-Nilai karakter Sejak Dini

“Seluruh siswa dan staf sudah berlatih dan mempersiapkan diri dengan matang. Ada empat lomba utama yang dipertandingkan, yaitu Scout Challenge, lomba catur, lomba mading, dan paduan suara,” ujar Andri.

Salah satu siswa kelas VII, Abiyu, mengaku gugup mengikuti lomba perdananya di tingkat SMP.

“Saya bersama teman-teman deg-degan karena baru pertama ikut lomba di SMP dan langsung berhadapan dengan kakak kelas. Doakan semoga kelas saya menang,” katanya sambil tersenyum malu.

Kepala SMP Al Muslim Jawa Timur, Ustazah Ika Sriyaningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan penggabungan dua perayaan ini bertujuan memperkuat nasionalisme.

“Semoga generasi penerus bangsa ini semakin mencintai tanah air, dimulai dari hal sederhana seperti kegiatan pada hari ini,” ujarnya.

Lomba mading kemerdekaan diikuti seluruh kelas dan dikoordinasi oleh Ustazah Dita. Juri yang terdiri dari Ustazah Ekky, Ustazah Junny, dan Ustazah Nurun menilai berdasarkan kreativitas, isi literasi, desain, kesesuaian tema, serta kerapian. Mading berukuran A2 dibuat berkelompok dengan minimal 50 persen konten literasi. Pemenang dipilih dari masing-masing tingkatan kelas.

Lomba paduan suara diikuti 10–15 siswa per kelas dengan kostum merah. Peserta wajib membawakan dua lagu—satu lagu wajib seperti Maju Tak Gentar atau 17 Agustus,  serta satu lagu pilihan bernuansa nasionalisme. Penilaian dilakukan oleh Ustazah Dyah, Ustazah Kiky, dan Ustaz Ari, meliputi harmonisasi vokal, keselarasan nada, kekompakan, dan performance.

Di aula sekolah, lomba catur berlangsung ketat dengan satu wakil dari tiap kelas. Menggunakan tiga papan catur, pertandingan berdurasi 15 menit ini dinilai oleh Ustaz Udin, Ustaz Yogi, dan Ustaz Rifai. Kemenangan ditentukan lewat skak mat atau akumulasi poin bidak jika waktu habis.

Sementara itu, Scout Challenge menjadi daya tarik tersendiri. Berawal dari Lapangan Basket, peserta harus melalui empat pos dengan tantangan mulai dari mengikat dan membawa kelapa, melewati halang rintang, merangkai Dasadharma, hingga menyerahkan hasilnya di panggung kehormatan.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah di aula. Aira, salah satu penerima hadiah, menyampaikan rasa senangnya.

“Terima kasih kepada panitia, semoga tahun depan hadiahnya lebih besar,” ucapnya sambil tertawa.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan, memupuk kreativitas, dan menanamkan kebanggaan sebagai warga Indonesia sejak dini. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.