Mimik, Soroti Kualitas Aspal dan Buruknya Drainase Pemicu Banjir di Area Jalan Desa Sumberejo

oleh -41 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana bersama Camat Wonoayu, Drs.Anwar, dan Kades Sumberejo, H. Sahar Maulana, serta Satgas jalan saat melihat pekerjaan Aspal. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pemeliharaan jalan di ruas Desa Suko Kecamatan Sidoarjo menuju Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Rabu (8/4/2026).

Dalam sidak tersebut, ia menyoroti kualitas pekerjaan jalan sekaligus kondisi drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah tersebut.

Bersama dengan Satgas Jalan Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mimik, mempertanyakan spesifikasi teknis pekerjaan, khususnya terkait ketebalan lapisan aspal sebelum dan sesudah pemadatan.

Ia menegaskan bahwa ketebalan aspal jalan telah sesuai standar, yakni mulai dari 3 cm, dengan penggunaan material batu gragal, lapen, dan aspal hotmix.

Baca juga: DLHK Sidoarjo Dorong Perbaikan Sistem dalam Pengelolaan Sampah hingga Akhir di Desa

Meski demikian, ia mengingatkan agar kualitas pekerjaan tetap dijaga dan tidak dikurangi, karena akan berpengaruh terhadap daya tahan jalan.

Ia juga mengimbau para pengguna jalan untuk menyesuaikan kendaraan dengan kelas jalan dan batas tonase yang diperbolehkan.

Selain kualitas aspal, Mimik turut menyoroti sistem drainase yang dinilai belum berfungsi optimal. Ia menemukan sejumlah saluran air yang tertutup urukan dan pengecoran tanpa mempertimbangkan aliran air.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana saat melihat drainase di Desa Sumberejo Kecamatan Wonoayu. (Ist)

“Kalau saluran air ditutup seperti ini, air tidak punya jalur. Ini yang bisa menyebabkan banjir,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta pemerintah desa dan pihak terkait untuk lebih serius dalam merencanakan pembangunan infrastruktur, khususnya sistem drainase.

Menurutnya, pembangunan jalan harus terintegrasi dengan perencanaan saluran air agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Baca juga: Ancam Bongkar Lapak Tanpa Kejelasan, Pedagang Soroti Kewenangan Kelompok Masyarakat

Ia menegaskan, penanganan drainase harus menjadi prioritas utama. Sebab, pembangunan jalan tidak akan efektif apabila wilayah tersebut masih rawan banjir.

Perencanaan drainase, lanjutnya, harus jelas, mulai dari arah aliran air, panjang saluran, hingga titik akhir pembuangan.

Mimik juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup saluran air secara sembarangan karena dapat memperparah banjir.

“Pembangunan tetap diperbolehkan selama dilengkapi dengan bak kontrol agar memudahkan perawatan saluran,” ungkapnya.

Hal ini perlu dilakukan evaluasi juga terhadap ketinggian jalan melalui perhitungan matang, sehingga tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.