SIDOARJOSATU.COM – SD Al Muslim Sidoarjo menggelar outing class di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Karangploso, Malang, Selasa (23/9/2025). Kegiatan bertema “Lestarikan Tumbuhan dengan Inovasi Pertanian” ini diikuti oleh 101 siswa kelas IV sebagai bagian dari projek kokurikuler penguatan profil SD Al Muslim.
Melalui outing class ini, siswa diajak untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengasah keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan komunikasi melalui pembelajaran langsung di alam terbuka sesuai dengan Al Muslim Profile.
Kepala SD Al Muslim, Fatimatuz Zahroh, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pentingnya menanamkan kesadaran tentang pelestarian tumbuhan sejak dini. Menurutnya, sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus pemenuhan kebutuhan pangan manusia.
Baca juga : Healthy Day SMP Al Muslim: Kreativitas Eco Print Warnai Peringatan Hari Ozon
“Melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dilatih berpikir kritis, kreatif, serta mampu mencari solusi nyata untuk menjaga kelestarian tumbuhan. Itulah kenapa kami mengadakan outing class ini,” ujar Fatimatuz Zahroh.

Dalam kegiatan yang dikemas dengan metode rolling activity, siswa melakukan identifikasi jenis tumbuhan dan varietas unggul yang dikembangkan di BRMP, sekaligus memahami manfaatnya bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Aktivitas tersebut juga mengajarkan siswa untuk lebih peduli secara ekologis serta menumbuhkan kreativitas dan keterampilan hidup berkelanjutan.
“Belajar langsung dari alam membuat siswa lebih kritis dan kreatif dalam mencari solusi untuk melestarikan tumbuhan, khususnya tanaman pangan dengan varietas unggul,” tambahnya.
Selain eksplorasi, siswa juga melakukan wawancara terkait peran teknologi pertanian modern dalam mendukung kelestarian tumbuhan dan meningkatkan produktivitas tanaman. Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama.
Outing class di BRMP menjadi bukti komitmen SD Al Muslim dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kritis, komunikatif, sehat, serta ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal ilmu pengetahuan di kelas, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk karakter siswa sebagai pelestari tumbuhan untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Had).





