Pemkab Sidoarjo Gencar Bersihkan Sungai

oleh -543 Dilihat
oleh
Foto : Jihad Rawat Sunga

SIDOARJOSATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo gencar melaksanakan aksi pembersihan sungai dari sampah dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat. Program ini diberi nama “Jihad Rawat Sungai” yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan sungai yang menjadi vital dalam menghindari bencana banjir.

Sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo disusuri dan diidentifikasi untuk mendeteksi keberadaan sampah. Jika ditemukan banyak sampah, segera ditangani. Salah satu aksi nyata jihad rawat sungai ini berlangsung pada Minggu, 12 Januari 2025, di Avoer Kedungan, Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, yang dipenuhi oleh tumbuhan enceng gondok dan sampah yang menghambat aliran sungai.

Hampir 500 orang yang terdiri dari ASN Sidoarjo, anggota Kodim 0816, Polresta Sidoarjo, dan masyarakat setempat turun langsung untuk membersihkan sungai. Dengan peralatan sederhana seperti galah panjang yang disambung dengan garpu besi dan kail jangkar, mereka berhasil menarik enceng gondok serta sampah dari dalam sungai. Tidak hanya tenaga manual, Pemkab juga menerjunkan satu alat berat excavator dan dua truk sampah untuk mempercepat proses pembersihan.

Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi yang ikut terjun langsung dalam kegiatan ini mengatakan bahwa aksi bersih-bersih sungai ini akan terus dilakukan selama musim penghujan untuk mengantisipasi potensi banjir. Menurutnya, sampah yang menumpuk di sungai dapat menghambat aliran air dan berisiko menyebabkan banjir di permukiman warga.

“Kita gerakkan jihad rawat sungai, artinya kita akan susuri sungai jika ada sungai yang terhambat sampah, termasuk enceng gondok, langsung kita bersihkan. Ini tadi ada tiga kasur yang dibuang di sungai,” ujar H. Subandi.

Plt. Bupati Sidoarjo juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung upaya tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. “Saya tidak ingin ada hujan sedikit Sidoarjo banjir. Mencegah banjir ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pimpinan daerah, tetapi juga kepala desa, camat, seluruh OPD, dan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai langkah lebih lanjut, H. Subandi meminta pemerintah desa untuk segera menyusun Peraturan Desa (Perdes) terkait pengelolaan sampah, yang diharapkan dapat memberikan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

“Kita sudah perintahkan kepada kepala desa untuk bikin Perdes tentang sampah, biar nanti membuang sampah tidak di sungai,” ujar Plt. Bupati Sidoarjo.

Dengan adanya peraturan dan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo akan semakin baik dan dapat mencegah terjadinya banjir di masa mendatang. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.