Pencarian Korban Balita Hilang di Tanggulangin Ditemukan Tak Bernyawa di Aliran Sungai Sidoarjo

oleh -33 Dilihat
oleh
Tim SAR gabungan saat evakuasi pencarian balita di sungai Kalidawir Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. (Sidoarjosatu.com)

SIDOARJOSATU.COM – Upaya pencarian seorang korban GS, balita berusia 1,5 tahun yang dilaporkan hilang di sungai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo akhirnya berujung duka.

Hal tersebut setelah dilakukan penyisiran intensif selama lima hari pencarian oleh tim gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai pada Minggu 12 April 2026.

Korban ditemukan di sungai setempat sekitar pukul 11.20 WIB. Tim SAR gabungan yang sejak awal melakukan penyisiran langsung mengevakuasi jasad balita tersebut dan membawanya ke RS Pusdik Porong untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Terdakwa Ponpes Ushulul Hikmah Gresik Ajukan Perlawanan, Dakwaan JPU Batal Demi Hukum

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menjelaskan bahwa proses pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama laporan diterima. Tim gabungan dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik, baik melalui jalur darat maupun sepanjang aliran sungai.

“Upaya pencarian dilakukan secara intensif sejak awal dengan melibatkan berbagai unsur. Penyisiran difokuskan di sepanjang sungai setelah ditemukan petunjuk awal,” ujar Sabino.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (8/4) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, keluarga yang berada di depan rumah mendapati korban sudah tidak berada di dalam rumah. Pencarian awal yang dilakukan pihak keluarga tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang.

Minimnya saksi mata sempat menjadi kendala dalam proses pencarian. Namun, penemuan sandal milik korban di dua lokasi berbeda, yakni di depan rumah dan di dekat aliran sungai, menguatkan dugaan bahwa korban hanyut terbawa arus.

Baca juga: Kuasa Hukum Angkat Bicara, Soal Klaim Sepihak dan Ancaman Penggusuran terhadap 12 Pedagang di Popoh Wonoayu

“Korban ditemukan di aliran sungai dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.

Ia menghimbau bahwa lingkungan yang berdekatan dengan sungai atau sumber air memiliki potensi bahaya yang perlu diantisipasi sejak dini, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak,” pungkasnya.(zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.