Sidoarjo Siap Menuju Eleminasi TB Tahun 2030

oleh -913 Dilihat
Foto : Sekretaris Daerah Fenny Apridawati saat menghadiri acara Pendampingan Implementasi Peraturan Presiden Tahun 2021 Terkait Penanggulangan TBC di Kabupaten Sidoarjo di Aston Hotel Sidoarjo, Kamis (6/6/2024).

Sidoarjosatu.com – Dalam rangka menuju Eleminasi TBC Tahun 2030, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pemerintah Pusat berkomitmen mencapai target eleminasi TB di Tahun 2030. Komitmen ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati dalam acara Pendampingan Implementasi Peraturan Presiden Tahun 2021 Terkait Penanggulangan TBC di Kabupaten Sidoarjo di Aston Hotel Sidoarjo, Kamis (6/6/2024).

Menurut Fenny, Pemkab Sidoarjo sangat konsen terhadap upaya-upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Selain upaya penurunan angka stunting juga bagaimana Sidoarjo bisa mengeleminasi TB.

“Kami tekankan kepada kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan semakin banyak ditemukan kasus TB baru justru semakin bagus karena tujuan kita adalah untuk mengeliminasi TB, jangan malu untuk melaporkan” ujar Fenny.

Dia juga menjelaskan bahwa dalam proses pengobatan TB, seringkali masyarakat yang melakukan pengobatan merasa terpinggirkan. Hal ini dikarenakan pengobatan TBC memerlukan ruangan khusus terutama cahaya matahari serta kelancaran sirkulasi udara.

“Sehingga virus bisa mati, bukan berarti menganaktirikan penderita TBC,” tambahnya.

Disamping itu, menyusun dan menetapkan kebijakan dari Bupati untuk mendorong pasien TBC agar menjalankan pengobatan sampai selesai melalui SK Tim percepatan penanggulangan tuberkulosis di Sidoarjo dan rencana aksi daerah TBC.

Sementara itu Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, R. Budiono Subambang menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan lanjutan dari kegiatan advokasi sosialisasi dan pendampingan terpadu yang telah dilaksanakan oleh Kemenko PMK dan Kementerian Lembaga provinsi prioritas pada Tahun 2022 hingga 2023.

“dari kegiatan itu telah terpilih lokus kegiatan di seluruh provinsi. Dengan mempertimbangkan beberapa kasus yang tinggi capaian kinerja, hasil padu padan data SIPB dan P3KN serta potensi daerah yang dapat memberikan daya ungkit terhadap percepatan menuju eleminasi tuberkolusis,” jelasnya.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada kabupaten Sidoarjo atas terselenggaranya pendampingan implementasi Perpres nomor 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC. Ini merupakan tindak lanjut di tingkat propinsi di tahun 2023, dan juga upaya konsolidasi percepatan serta penanggulangan tuberkolusis.

Diketahui, tahun 2024 di Jawa timur sebagai penyumbang tertinggi di Indonesia dan Kabupaten Sidoarjo menempati urutan ke 3 di Provinsi Jatim dengan beban kasus sebesar 6.199 kasus TBC baru atau 4.9%.

“Kami sangat mengepresiasi atas komitmen kabupaten Sidoarjo yang telah memiliki tim percepatan penanggulangan TBC. Penanganan TB di Sidoarjo dilakukan secara konprehensif, konkrit dan terukur dalam penanggulangan TBC. Saya harap integrasi yang sudah ada dapat diimplemesikan dengan sebaik-baiknya secara berkala,” harapnya. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.