Siswa SMP Al Muslim Waru Jadi “Young Changemakers”, Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

oleh -394 Dilihat
oleh
Foto : Siswa-siswi kelas VIII SMP Al Muslim Waru melakukan aksi nyata dalam program berbasis leadership bernama Young Changemakers (YCm) tahun ajaran 2025/2026, Kamis, (7/5/2026).

SIDOARJOSATU.COM — Bukan sekadar belajar teori di ruang kelas, siswa-siswi kelas VIII SMP Al Muslim Waru membuktikan kepedulian sosial mereka melalui aksi nyata dalam program Young Changemakers (YCm) tahun ajaran 2025/2026. Program unggulan berbasis leadership ini menjadi wadah bagi para siswa untuk terjun langsung ke masyarakat, memetakan persoalan lingkungan, hingga menghadirkan solusi yang berdampak nyata.

Mengusung semangat Sekolah Sang Pemimpin, SMP Al Muslim konsisten menghadirkan pembelajaran kontekstual dan eksploratif yang melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta jiwa kepemimpinan sejak dini. Dalam program YCm, masyarakat dijadikan laboratorium belajar yang dinamis bagi para siswa.

Perjalanan YCm dimulai sejak September 2025. Para siswa melakukan survei ke sejumlah desa di sekitar sekolah melalui observasi dan wawancara bersama warga. Hasil temuan tersebut kemudian disusun menjadi proposal kegiatan yang dipresentasikan dalam uji publik di hadapan orang tua dan praktisi.

Baca juga : UMAHA Tebar Beasiswa Miliaran Rupiah Bagi Siswa YPM Berprestasi, Rektor : “Semoga Jadi Motivasi Dalam Meraih Masa Depan”

Tidak hanya itu, sebelum menjalankan aksi sosial, para siswa juga dilatih membangun jiwa social entrepreneur melalui bazar dan kantin sekolah guna menghimpun dana operasional secara mandiri. Proses tersebut menjadi sarana pembelajaran tanggung jawab, kepemimpinan, sekaligus kewirausahaan sosial.

Puncak aksi YCm berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 dengan melibatkan sepuluh tim dari seluruh kelas VIII. Program tersebar di sejumlah wilayah seperti Desa Berbek, Desa Tambakrejo, Desa Tambak Sumur, Dusun Wadungasri, Dusun Gedongan, hingga Desa Kepuhkiriman.

Beragam isu diangkat dalam aksi sosial tersebut, mulai dari inovasi UMKM, pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, kesehatan mental, kesehatan lansia dan balita, hingga pertanian organik.

Salah satu aksi yang menarik perhatian datang dari Tim 1 kelas VIII Abu Bakar Ash Shiddiq di Desa Berbek. Tim ini menggelar workshop inovasi UMKM pada 13, 15, dan 16 April 2026 dengan memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan kepada warga. Bahkan, pada 7 Mei 2026, para siswa kembali turun ke lapangan untuk mendampingi langsung pelaku UMKM agar program berjalan berkelanjutan.

Selain itu, siswa lain juga menghadirkan berbagai program kreatif dan edukatif. Di Desa Tambakrejo, Tim BIMASENA dari kelas VIII Umar Bin Khattab memberikan edukasi kesehatan mental dan pembentukan karakter bagi siswa sekolah dasar. Sementara itu, di Desa Tambak Sumur, siswa kelas VIII Utsman Bin Affan mengajarkan warga mengolah limbah rumah tangga menjadi eco enzyme dan sabun dari minyak jelantah.

Baca juga : GraduAction 2026 SMA Al Muslim: Kelulusan Penuh Aksi Nyata, Dari Akhir Sekolah Menuju Dampak Nyata

Program penghijauan juga menjadi perhatian melalui aksi penanaman toga dan tanaman produktif di Dusun Wadungasri dan Dusun Gedongan. Adapun di Desa Kepuhkiriman, siswa menghadirkan edukasi gizi balita, pemeriksaan kesehatan lansia, hingga pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah pasar.

Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika Sriyaningsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian para siswa yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Program Young Changemakers adalah wujud nyata visi sekolah dalam melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap permasalahan masyarakat dan berani mengambil tindakan nyata. Kami bangga siswa-siswi kami mampu memberikan kontribusi yang dirasakan langsung oleh warga sekitar,” ujarnya.

Senada dengan itu, guru pembimbing program YCM, Ustazah Eko Puji Lestari, S.Pd., M.Pd., menilai pendekatan pembelajaran berbasis survei ini selaras dengan semangat Deep Learning yang kini dikembangkan pemerintah.

“Kami ingin pembelajaran menjadi bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Siswa belajar bukan dari buku semata, tetapi dari kehidupan nyata, dan mereka merasakan sendiri bahwa kehadiran mereka dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Antusiasme juga datang dari warga Desa Berbek, Yayuk, salah satu pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan.

“Saya tidak menyangka anak-anak sekolah bisa membantu kami dengan cara yang sangat praktis. Mereka mengajari kami cara mengatur keuangan usaha dan berinovasi dalam produk. Rasanya seperti punya teman bisnis baru,” tuturnya.

Sementara itu, Febby, salah satu siswa peserta program, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah bisa langsung berguna untuk orang lain. Semoga usaha Ibu-Ibu di sini semakin maju,” ungkapnya.

Melalui program YCM 2025/2026, SMP Al Muslim membuktikan bahwa generasi muda bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif mulai hari ini. Dengan semangat Dream It, Growth It, dan Do It, siswa-siswi Al Muslim terus melangkah membawa solusi nyata bagi masyarakat. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.