SIDOARJOSATU.COM – Suasana Balai Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, mendadak geger pada Selasa (6/1) malam. Seorang kakek berinisial M (60) diamankan jajaran Polsek Tulangan atas dugaan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.
Kabar dugaan perbuatan tak senonoh itu cepat menyebar di tengah warga. Ratusan warga pun berbondong-bondong mendatangi balai desa setelah mengetahui korban masih anak-anak. Emosi warga memuncak, suasana sempat memanas, dan nyaris terjadi aksi main hakim sendiri.
Aparat kepolisian bersama perangkat desa bergerak cepat melakukan pengamanan ketat demi meredam amarah warga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Tulangan AKP Rizki Arif membenarkan adanya pengamanan terhadap terduga pelaku tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami menerima laporan dari warga terkait dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Anggota langsung menuju Balai Desa Medalem untuk mengamankan terduga pelaku, karena saat itu situasi sudah mulai tidak kondusif,” ujar Rizki, saat dikonfirmasi awak media, pada Kamis (8/1/2026).
Rizki menjelaskan, saat petugas tiba di balai desa, ratusan warga sudah berkumpul dan sebagian berupaya menghajar terduga pelaku. Beruntung, polisi berhasil mengamankan M dan segera mengevakuasinya ke Polresta Sidoarjo.
“Emosi warga sangat tinggi. Alhamdulillah, pelaku bisa segera kami amankan dan dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Hingga kini, sedikitnya tiga korban telah melapor secara resmi ke pihak kepolisian. Salah satu korban diketahui merupakan warga Mojokerto yang sebelumnya sempat tinggal di sekitar rumah terduga pelaku.
Dari hasil pengembangan sementara, polisi menduga jumlah korban bisa lebih dari tiga orang. Dugaan itu diperkuat dengan temuan data berupa foto-foto yang tersimpan di ponsel milik terduga pelaku. Mayoritas korban diduga masih berstatus pelajar sekolah dasar.
Baca juga: PERSIDA Sidoarjo Bangkit, Tundukkan PERSINGA Ngawi 2-1, Khodari Amir : Setiap Laga Adalah Final
Perwakilan keluarga korban menyampaikan bahwa pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan penanganan perkara ini kepada aparat kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak bertindak gegabah.
“Kami minta masyarakat tidak main hakim sendiri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian,” tegas Rizki.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif penyidik Polresta Sidoarjo untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.
Aparat juga memastikan proses hukum berjalan secara profesional demi memberikan rasa keadilan dan keamanan bagi masyarakat. (zal)







