FORTAMA Umsida Sidoarjo 2026, Mahasiswa Baru Didorong Kritis, Adaptif dan Siap Bersaing di Level Global

oleh -23 Dilihat
oleh
Mahasiswa baru Umsida Sidoarjo saat mengikuti FORTAMA 2026. (Sidoarjosatu)

SIDOARJOSATU.Com – Forum Ta’aruf Mahasiswa Baru (FORTAMA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) 2026 resmi dibuka. Kegiatan yang diikuti 1.450 mahasiswa baru itu berlangsung di Gedung Lantai 5 Umsida Sidoarjo. Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, memahami kehidupan akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan.

FORTAMA sesi pertama itu mengusung tema “Menjadi Mahasiswa Adaptif dan Berintegritas, Mengembangkan Potensi, Membangun Daya Saing, Menciptakan Dampak Nyata.”

Tak sekedar menjadi ajang pengenalan di lingkungan kampus, akan tetapi juga sebagai langkah awal Umsida dalam membangun pola pikir mahasiswa agar mampu melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas, termasuk isu global dan pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA: DPR RI Desak OJK Audit Forensik BPR Delta Artha, NPL 10,86 Persen dan Write-Off Rp5,08 Miliar

Salah satu narasumber yang hadir adalah Beni Pramula, S.I.Kom., MM, yang pernah menjabat sebagai Presiden Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) periode 2015–2021 tersebut sangat mengapresiasi konsep FORTAMA kali ini.

Narasumber, Beni Pramula, S.I.Kom., MM. (Sidoarjosatu)

Menurutnya, pengenalan isu internasional dan Sustainable Development Goals (SDGs) sejak awal perkuliahan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa.

“Umsida mengajak mahasiswa baru untuk tidak menjadi seperti katak dalam tempurung. Dengan membuka mata dan memperluas wawasan terhadap berbagai persoalan global, insyaallah mahasiswa akan memiliki perspektif yang lebih luas dan terinspirasi untuk berkontribusi, khususnya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Beni.

Beni, menilai mahasiswa baru Umsida memiliki keberanian dan daya kritis yang cukup kuat. Hal itu terlihat dari antusiasme mereka dalam menyampaikan pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta merespons berbagai persoalan bangsa, termasuk isu politik.

“Mahasiswanya kritis-kritis dan memiliki kepercayaan diri untuk bertanya serta mengemukakan pendapat. Mereka juga ikut memikirkan kondisi bangsa dan negara. Dari sini terlihat potensi lahirnya kader-kader yang memiliki daya kritis dan kemampuan analitis di kalangan mahasiswa Umsida,” tambahnya.

BACA JUGA: Komisi C DPRD Soroti Limbah Sungai Lippo Plaza Sidoarjo, Manajemen Janji Evaluasi Pengelolaan

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Nurdyansyah, mengatakan FORTAMA 2026 tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Nurdyansyah. (Sidoarjosatu)

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu awal pembentukan mahasiswa yang berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Tiga nilai tersebut, kata Nurdyansyah, menjadi pijakan Umsida dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita ingin anak-anak itu berkarakter, kemudian adaptif, dan terakhir berdampak. Tiga hal itu yang kemudian menjadi point of view. Tema FORTAMA juga kita kaitkan dengan milestone Umsida yang saat ini menuju national competitiveness,” terang Nurdyansyah.

Menurutnya, kiprah mahasiswa Umsida di berbagai kompetisi internasional menjadi bukti bahwa kampus tersebut memiliki kapasitas untuk bersaing dengan perguruan tinggi besar di Indonesia maupun dunia.

Salah satunya ditunjukkan melalui prestasi tim IMe Umsida yang berhasil meraih juara pertama tingkat internasional dalam ajang Shell Eco-marathon di Qatar.

Prestasi tersebut dinilai menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa baru untuk berani bermimpi dan menorehkan prestasi lebih tinggi.

BACA JUGA: Kukuhkan 254 Kepala Sekolah SD-SMP Negeri di Sidoarjo, Pesan Subandi: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

“Kemarin tim IMe sudah di Qatar dan juara satu tingkat internasional Shell Eco-marathon. Ini menjadi point of view buat adik-adik. Umsida tidak lagi kampus yang kemudian hanya swasta, tapi kita sudah sebanding dengan UGM, ITB, ITS. Bahkan bisa melampaui perguruan tinggi negeri maupun swasta yang notabene sudah sangat besar,” tegasnya.

FORTAMA 2026 sendiri digelar dalam dua sesi dengan total target sekitar 3.000 mahasiswa baru. Sesi pertama yang berlangsung kali ini telah diikuti sekitar 1.450 mahasiswa. Sementara sesi berikutnya akan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa baru lainnya.

Nurdyansyah berharap rangkaian pembinaan mahasiswa baru melalui FORTAMA dapat menjadi fondasi awal untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi setiap mahasiswa.

Dengan penguatan karakter, kemampuan beradaptasi, serta kompetensi yang terus diasah, mahasiswa Umsida diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi dan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapannya, mereka tidak hanya menjadi mahasiswa yang selesai kuliah, tetapi menjadi pribadi yang punya karakter, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.