Hadiri Haul ke-69 Mbah Kyai Kalam, Wabup Mimik Ajak Warga Juwetkenongo Teladani Perjuangan Ulama

oleh -45 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, saat menghadiri haul. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Ribuan warga Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, memadati halaman Masjid Al-Kalam untuk mengikuti Haul ke-69 Almaghfurlah Mbah Kyai Kalam dan para sesepuh Kelurahan Juwet Kenongo, Sabtu malam (18/7/2026).

Warga dari tiga dukuh, yakni Dukuh Juwet, Gondang, dan Kenongo, membaur dalam suasana penuh kekhidmatan. Mereka bersama-sama memanjatkan doa untuk mengenang jasa Mbah Kyai Kalam serta para sesepuh yang telah memberikan teladan bagi masyarakat.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, turut hadir dan mengikuti rangkaian doa bersama. Sebelum acara dimulai, ia juga berziarah dan memanjatkan doa di makam Mbah Kyai Kalam yang berada di samping Masjid Al-Kalam.

BACA JUGA: Wabup Sidoarjo Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan Melalui Gerakan Menanam Pohon di HUT Partai Demokrat Ke 25

Dalam sambutannya, Mimik mengatakan perjuangan para ulama dan sesepuh desa merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan diteladani.

Menurutnya, keikhlasan, kesabaran, serta pengabdian tanpa pamrih kepada umat dan bangsa menjadi nilai luhur yang patut diwariskan kepada generasi penerus.

“Sudah sepatutnya kita mendoakan beliau-beliau. Ilmu dan pelajaran yang mereka tinggalkan hingga kini masih menjadi pegangan hidup kita,” ujarnya.

Mimik mengajak masyarakat setempat untuk terus memegang teguh ajaran yang diwariskan Mbah Kyai Kalam dan para sesepuh, serta meneruskannya kepada generasi muda melalui kegiatan mengaji, berselawat, dan berkhidmat kepada umat.

BACA JUGA: Melestarikan Warisan Budaya Nusantara ; Ethnic Indonesia Luncurkan Layanan Kuratorial dan Sertifikasi Bersertifikat BNSP

“Melalui haul seperti ini, mari kita jaga tiga hal, yaitu mendoakan, meneladani, dan meneruskan apa yang dahulu beliau ajarkan, seperti mengaji, bersholawat, serta berkhidmat kepada umat dan bangsa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mimik juga mengajak masyarakat untuk terus merawat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta saling menguatkan dalam kebaikan.

Menurutnya, kegiatan haul tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para ulama, tetapi juga memperkokoh persaudaraan di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya memiliki keyakinan yang kuat terhadap ajaran para ulama dan kiai sebagai pewaris para nabi.

BACA JUGA: Klaim Hak Waris Belum Dipenuhi, Ahli Waris Ajukan Pemblokiran Letter C di BPN Sidoarjo

Dengan berpegang teguh pada ajaran yang benar, masyarakat diharapkan mampu membentengi diri dari berbagai paham yang menyimpang.

“Keyakinan yang kuat akan membimbing kita untuk tetap berada di jalan keimanan yang hakiki dan terhindar dari ajaran-ajaran yang menyesatkan,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.