SIDOARJOSATU.COM – Senyum kecil Ananda Kenzie Rizqullaha seolah tak terbendung ketika kursi roda baru itu didorong memasuki rumahnya di Desa Mergosari, Kecamatan Tarik. Bocah yang kakinya sakit sejak lama itu akhirnya bisa duduk lebih nyaman, setelah sekian waktu hanya mengandalkan gendongan sang ibu untuk berpindah tempat.
Minggu (31/8/2025), hari itu terasa berbeda. Bupati Sidoarjo H. Subandi datang langsung ke rumahnya. Tak hanya sekadar hadir, orang nomor satu di Kota Delta itu menyerahkan kursi roda yang selama ini sulit terjangkau keluarga Kenzie, yang sehari-hari hanya hidup dari hasil berjualan kunir dan sari kedelai.
Baca juga : Sidoarjo Terima 80 Ton Beras Bantuan Presiden RI
Pemandangan serupa juga tampak di rumah Muhammad Anta Dwi di Desa Jerukgamping, Krian. Sejak usia 11 bulan, Anta tidak bisa berjalan akibat dugaan infeksi bakteri. Di wajahnya terselip rasa bahagia ketika kursi roda barunya dicoba untuk pertama kali. Begitu pula di rumah Bianca Beatrix Pearl Suseno di Desa Sidorejo, Krian. Gadis kecil penderita mikrosefalus itu kini bisa bergerak lebih leluasa dengan bantuan kursi roda yang baru ia terima.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung sederhana, namun sarat makna. Bupati Subandi, yang hadir didampingi perwakilan Dinas Sosial, Baznas, Camat setempat, dan anggota DPRD Sidoarjo M. Nizar, terlihat berbincang hangat dengan keluarga penerima. Sesekali ia menepuk pundak orang tua mereka, seakan ingin menyalurkan semangat.
“Semoga bermanfaat, meringankan beban keluarga, dan menjadi bukti bahwa Pemkab Sidoarjo hadir di tengah warganya yang sakit,” tutur Subandi dengan nada penuh empati.
Tak lupa ia mengingatkan bahwa kepedulian sosial tidak akan berjalan sendiri tanpa sinergi.
“Ini bukti kerja sama, sinergi antara Pemkab dengan masyarakat untuk saling peduli,” tegasnya.
Air mata haru tumpah dari wajah orang tua penerima bantuan. Mereka berulang kali mengucap syukur, merasa lebih ringan menatap hari esok dengan hadirnya kursi roda baru bagi anak-anak mereka.
Bagi Kenzie, Anta, dan Bianca, kursi roda itu bukan hanya alat bantu. Ia adalah simbol perhatian, secercah harapan, dan penopang semangat baru untuk menjalani hidup dengan lebih baik. (Had)





