SIDOARJOSATU.COM – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo memilih walk out dari rapat paripurna yang membahas tentang pertanggungjawaban penggunaan APBD 2024. Hal itu dilakukan sejumlah anggota legislatif usai mendengar permintaan maaf Bupati Sidoarjo, H. Subandi yang dianggap kurang memuaskan.
“Atas jawaban dan permintaan maaf yang disampaikan, kami kurang puas, maka fraksi kami (F Gerindra) maupun fraksi lain walk out,” ucap anggota Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, Selasa (17/5/2025) kemarin.
Hal ini lah yang membuat anggota fraksi yang lain kemudian turut walk out dari rapat paripurna. Alhasil dari 33 anggota DPRD Sidoarjo yang hadir dalam rapat paripurna hanya tersisa 17 dewan.
Sementara, Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih berusaha untuk menahan anggota fraksi-fraksi yang lain untuk wolk out. Namun mereka tetap keluar dari ruang paripurna.
“Beliau (Bupati Subandi) sudah jiwa besar untuk meminta maaf kepada teman-teman DPRD. Tetapi kami tetap menghormati kalau pun ada yang kurang legowo,” ujarnya.
“Kira-kira pemintaan maaf dari beliaunya (Bupati Subandi) apakah diterima?,” tanya Cak Nasih. Kemudian dijawab “Diterima,” oleh anggota dewan yang lain.
Sementara, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Kusumo Adi Nugroho mengungkapkan bahwa permintaan maaf yang disampaikan Bupati Sidoarjo, H. Subandi dalam rapat paripurna tidak menyentuh substansi atas pernyataan yang dinilai telah melecehkan lembaga dewan.
“Fraksi PDIP tegas menyatakan selama Bupati Subandi tidak mencabut pernyataannya, dan memberikan klarifikasi atas tujuan dan maksud pernyataannya itu, kami akan tetap tegak lurus dengan tidak menerima/menolak permintaan maaf dia,” tegasnya.

Sebelum aksi Walk Out, Bupati Sidoarjo, Subandi secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada anggota dewan yang disampaikan dalam rapat Paripurna Jawaban Bupati Sidoarjo terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sidoarjo yang membahas Raperda tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2024.
“Dengan segala kerendahan hati sebagai jiwa seorang pemimpin dalam menciptakan situasi yang tentram dan kondusif kami mohon maaf setulus-tulusnya. Semoga friksi ini berakhir,” ungkap Bupati Subandi.
Permintaan maaf secara langsung dari Bupati Subandi langsung disambut tepuk tangan oleh sejumlah anggota dewan dan ASN yang hadir.
Dia menjelaskan bahwa friksi yang dianggap merendahkan marwah DPRD Sidoarjo yang kemudian viral di media sosial itu disampaikan dalam konteks asesmen atau pemaparan dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Dalam acara tersebut sedang membahas dalam acara pelaksanaan penggunaan anggaran agar tertib sesuai ketentuan dan tidak digunakan dalam kegiatan yang tidak tepat sasaran.
“Karena pembangunan harus mengacu kepada RPJMD yang disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” tandasnya. (Had).





