RSUD Type D di Kawasan Timur Segera Dibangun. Anggarannya Senilai Rp.60 Miliar

oleh -589 Dilihat
oleh
Foto : Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina. (Dok).

SIDOARJOSATU.COM — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sedati, yang ditargetkan rampung pada Desember 2025. Rumah sakit kelas D ini dibangun di area bekas Puskesmas Sedati lama, tepat di belakang gedung puskesmas yang saat ini beroperasi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, M. Kes, proses penandatanganan kontrak dengan pihak pelaksana telah selesai pada pertengahan Juli 2025. “Pekerjaan konstruksi akan berlangsung selama 150 hari kerja, dengan total anggaran sekitar Rp60 miliar,” ujarnya.

Baca juga : Menjangkau Negeri hingga Pelosok, BPJS Kesehatan Wujudkan Pemerataan Layanan JKN

Pembangunan RSUD Sedati merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang. Studi kelayakan (FS) telah disusun sejak 2019 dan direviu ulang pada 2023. Hasil reviu menyatakan bahwa wilayah Sedati layak memiliki rumah sakit kelas D berdasarkan rasio jumlah penduduk dan kebutuhan tempat tidur rawat inap.

“Kalau kita lihat dari sisi rasio, jumlah rumah sakit memang sudah memadai. Tapi kalau kita petakan secara geografis, kawasan Sedati memang masih kekurangan,” jelas dr. Lakshmie.

Spesifikasi dan Layanan

RSUD Sedati akan terdiri dari tiga lantai dan menyediakan 50 tempat tidur. Rumah sakit ini akan memenuhi standar kelas D, yakni memberikan pelayanan dasar untuk empat spesialisasi: anak, bedah, penyakit dalam, dan kebidanan (obsgyn). Layanan pendukung seperti UGD, rawat inap, laboratorium, radiologi, farmasi, CSSD, laundry, hingga kamar operasi juga dipersiapkan.

Untuk tahap awal, rumah sakit ini akan didukung oleh sekitar 50 hingga 100 tenaga kesehatan, sesuai dengan perhitungan kebutuhan minimal operasional. Namun, dr. Lakshmie menegaskan bahwa fokus saat ini adalah penyelesaian fisik bangunan terlebih dahulu.

dr. Lakshmie menambahkan, keberadaan RSUD Sedati penting untuk memperkuat layanan rujukan berjenjang, mulai dari puskesmas, rumah sakit kelas D, hingga ke RSUD Sidoarjo atau rumah sakit kelas A lainnya. Ia menyebut, kehadiran RS milik pemerintah penting agar masyarakat tidak selalu tergantung pada rumah sakit swasta.

“Kalau swasta bisa buat holding, kenapa pemerintah tidak bisa? Ini demi kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan menargetkan RSUD Sedati ke depan bisa naik kelas dari D menjadi C, sejalan dengan peningkatan layanan dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga akan terus mengevaluasi kesiapan SDM dan alat kesehatan secara bertahap setelah konstruksi selesai. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.