SMP Al Muslim Sidoarjo Raih Medali Perak di Ajang Riset Internasional lewat Karya Kesehatan Mental Remaja

oleh -126 Dilihat
Foto : Siswa - Siswi SMP Al-Muslim meraih perak Dalam ajang 4th International Research Project Olympiad (IRPrO) 2025, Jumat, (1/8/2025).

SIDOARJOSATU.COM – Karya “Suara Tak Terdengar (THERASCRAP)” gagasan siswa SMP Al Muslim sukses menyentuh isu kesehatan mental dan memenangi pengakuan internasional.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP Al Muslim Waru, Sidoarjo. Dalam ajang 4th International Research Project Olympiad (IRPrO) 2025, mereka sukses mengukir prestasi dengan meraih medali perak melalui karya berjudul “Suara Tak Terdengar (THERASCRAP)”.

Baca juga : SMP Al Muslim Tunjukkan Prestasi Gemilang di Lomba Tingkat 2 Kwarran Waru

Kompetisi tingkat internasional ini digelar di Bandung pada 25–26 Juli 2025 oleh Indonesian Scientific Society (ISS) bekerja sama dengan SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization).

Tim peraih medali terdiri dari Janit dan Jihan (kelas IX Abu Bakar Ash Shiddiq), Vesha (kelas IX Utsman bin Affan), dan Alin (kelas IX Ali bin Abi Thalib). Mereka mengembangkan produk inovatif berupa scrapbook reflektif yang dirancang untuk membantu anak-anak dan remaja mengekspresikan luka batin dan membangun harapan melalui pendekatan kreatif.

“Melalui THERASCRAP, kami ingin menyediakan ruang aman dan kreatif bagi mereka yang tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Banyak dari kami juga mengalami masa-masa itu,” ujar Janit, mewakili tim.

Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap kesulitan remaja Indonesia dalam mengekspresikan emosi, akibat stigma sosial dan terbatasnya media pendukung. Berdasarkan riset tim, lebih dari 60% remaja mengalami tekanan psikologis, namun belum banyak pendekatan yang sesuai untuk mendampingi mereka.

“Saat menulis dan menggambar dalam scrapbook ini, banyak siswa mengatakan mereka merasa lebih lega. Kami senang karena ternyata karya kami bisa berdampak bagi sesama remaja,” tutur Alin

Dalam proses pengembangan, tim dibimbing oleh Ustaz Bahtiar, guru pendamping yang turut menyusun pendekatan ilmiah dengan menggunakan model desain pembelajaran ADDIE: Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate. Melalui tahapan ini, karya tidak hanya menarik secara visual, tapi juga teruji secara akademik dan empatik.

“Kami mendampingi mereka agar tidak hanya membuat produk yang menarik, tetapi juga bermanfaat dan dapat diukur efektivitasnya,” jelas Ustaz Bahtiar

Hasil uji coba pada 15 siswa dari kelas V hingga IX menunjukkan dampak signifikan:

Skor Emotional Expressivity Scale (EES) meningkat dari 2.4 menjadi 4.2

Skor Children’s Hope Scale (CHS) naik dari 2.6 menjadi 4.1

75% peserta masuk dalam kategori “Sangat Baik” dalam hal ekspresi emosional.

Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika  menyatakan bahwa capaian ini selaras dengan visi sekolah dalam membentuk pribadi yang berkarakter kuat, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi bentuk konkret dari penguatan karakter siswa dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di bidang kesehatan mental. Kami berharap karya ini bisa dikembangkan lebih luas dan menjadi contoh bagi sekolah lain,” ujarnya.

Meski telah mengukir prestasi internasional, tim menyadari masih banyak ruang pengembangan untuk THERASCRAP.

“Ini baru langkah awal. Kami ingin menyempurnakan isinya, menambah aktivitas reflektif, dan membuat versi digital agar lebih luas jangkauannya,” ungkap Alin.

Dengan capaian ini, SMP Al Muslim kembali menunjukkan bahwa inovasi dan kepekaan sosial bisa tumbuh kuat sejak bangku sekolah menengah pertama. Sebuah harapan besar bagi masa depan generasi muda Indonesia. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.