Virus LSD pada Hewan Ternak Terdeteksi di Sidoarjo, Berikut Gejalanya

oleh -195 Dilihat

 

Foto : Hewan ternak sapi yang terjangkit LSD/ist

SIDOARJO1 – Dinas Pangan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo telah mendeteksi keberadaan virus Lumpy Skin Deseas (LSD) yang menjangkit sapi milik para peternak. Ada 10 ekor sapi yang positif terjangkit LSD.

“Kita temukan 10 ekor sapi dalam satu kandang milik peternak dari Desa Sumput yang positif LSD,”ungkap Drh Toni Hartono kepala Bidang Produksi dan Peternakan Dinas Pangan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo saat dihubungi, Selasa 14 Februari 2023.

Dijelaskan Toni, Pihaknya langsung melakukan penanganan cepat terhadap ternak yang positif LSD tersebut dengan melakukan isolasi, penyemprotan desinfektan.

“Dan Alhamdulillah, ternak yang terjangkit LSD saat ini telah sembuh total,”ucapnya.

Dipaparkan Tony, virus LSD yang menyerang ternak sapi dan kerbau tersebut memiliki gejala awal adanya seperti penyakit cacar pada tubuh sapi yang kemudian melepuh.

“Seperti cacar dan timbul benjolan-benjolan pada permukaan kulit sapi yang kemudian melepuh menimbulkan luka,”ucapnya.

Sejauh ini lanjut Tony, pihaknya telah melakukan penanganan terhadap penyakit LSD pada sapi itu dengan melakukan vaksinasi terutama di sekitar daerah yang dinyatakan positif LSD.

“Kita lakukan vaksin di sekitar daerah yang positif terjangkit LSD dan juga terhadap sapi perah,”ujarnya.

Dirinya menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan apabila ditemukan ternak dengan gejala LSD, yakni dengan mengisolasi sapi yang terjangkit kemudian melakukan penyemprotan desinfektan untuk matikan virus dan vektor lalat. Dan segera melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit.

” Serta memberikan vaksin kepada hewan sehat dan melakukan penerapan biosekuriti kandang yang ketat, keluar masuk kandang harus disemprot desinfektan dan juga melakukan pengawasan lalulintas ternak dari daerah tertular,”tandasnya.

Perlu diketahui, Lumpy Skin Deseas (LSD) merupakan penyakit yang menyerang pada ternak sapi dan kerbau. Penyakit yang pertamakali ditemukan di Zimbabwe tersebut tidak menular kepada manusia apabila dagingnya dikonsumsi. Namun kerugian akan ditimbulkan karena ternak yang terjangkit LSD akan mengalami penurunan berat badan. Virus LSD disebarkan oleh hewan penghisap darah seperti lalat, nyamuk dan caplak.(cles)

No More Posts Available.

No more pages to load.