Wabup Sidoarjo Ajak Remaja Putri Jaga Kesehatan Sejak Dini untuk Cegah Stunting

oleh -415 Dilihat
oleh
Foto : Gerakan Cegah Stunting melalui Workshop Kesehatan Remaja Putri dalam Upaya Menuju Generasi Emas, Kamis (14/8/2025), di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.

SIDOARJOSATU.COM— Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengajak seluruh remaja putri di Kabupaten Sidoarjo untuk mulai menjaga kesehatan sejak dini sebagai langkah strategis mencegah stunting pada generasi mendatang.

Ajakan tersebut ia sampaikan saat membuka Gerakan Cegah Stunting melalui Workshop Kesehatan Remaja Putri dalam Upaya Menuju Generasi Emas, Kamis (14/8/2025), di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.

“Remaja putri adalah calon ibu bagi generasi masa depan. Menjaga kesehatan, memperhatikan asupan gizi, dan menerapkan pola hidup sehat sejak remaja adalah investasi besar untuk melahirkan generasi emas bebas stunting,” ujar Mimik, yang akrab disapa Mak Mimik.

Baca juga : Tekan AKI, AKB, dan Stunting, Bupati Subandi Naikkan Honor Kader Kesehatan 100 Persen

Ia menegaskan, pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran pribadi dan dukungan lingkungan.

“Kalau remaja putri sehat, kelak anak yang dilahirkan juga akan sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmi Herawati Yuwantina, menambahkan bahwa selain stunting, anemia pada remaja putri juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data 2023, prevalensi anemia pada remaja putri di Sidoarjo mencapai 51 persen atau sekitar 12.061 jiwa, namun pada 2024 turun menjadi 26 persen atau sekitar 7.072 jiwa

Sementara itu, data stunting menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan peningkatan, dari 8,4 persen pada 2023 menjadi 10,6 persen di 2024.

“Dengan edukasi sejak remaja, kita berharap angka stunting menurun dan anemia pada remaja putri dapat terus ditekan. Remaja putri yang sehat akan berkontribusi langsung pada terciptanya generasi yang kuat dan berdaya saing. Kegiatan ini merupakan upaya menyongsong bonus demografi pada tahun 2045,” ujar Lakhsmi.

Workshop ini diikuti 185 peserta dari berbagai sekolah, universitas, dan komunitas remaja putri di Sidoarjo. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari tenaga kesehatan, ahli gizi, dan praktisi kesehatan remaja.

No More Posts Available.

No more pages to load.