Wali Santri Sepakati Penggunaan Alat Berat untuk Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

oleh -536 Dilihat
oleh
Foto : Menko PMK Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta perwakilan Forkopimda bertemu dengan para wali santri terkait rencana tindak lanjut proses evakuasi dengan menggunakan alat berat, Kamis, (2/10/2025).

SIDOARJOSATU.COM – Memasuki hari keempat pasca runtuhnya bangunan Mushola Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, para orang tua dan wali santri yang anaknya masih belum ditemukan akhirnya menyepakati penggunaan alat berat dalam proses evakuasi.

Keputusan ini diambil dalam pertemuan yang digelar di sekitar lokasi kejadian, Kamis (2/10/2025). Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Menko PMK Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta perwakilan Forkopimda. Suasana penuh haru menyelimuti forum ketika keputusan sulit itu diambil, setelah masa pencarian darurat atau golden time dinyatakan berakhir dan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi dari puing bangunan.

Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa sejak Rabu malam hingga Kamis siang, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian manual dengan metode verbal dan alat pendeteksi suara, namun hasilnya nihil.

“Karena hasilnya nihil, kami mulai mempersiapkan opsi penggunaan alat berat. Namun keputusan ini kami bawa ke forum bersama keluarga korban. Kami tidak ingin mengambil langkah tanpa persetujuan mereka,” ujar Nanang di lokasi.

Ia menegaskan bahwa penggunaan alat berat akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, untuk tetap menghormati keberadaan korban yang masih tertimbun.

“Kami tidak ingin gegabah. Koordinasi dengan wali santri dan pihak keluarga sangat penting. Mereka yang paling berhak mengetahui setiap keputusan, dan dalam rapat terakhir, mereka sepakat untuk menggunakan alat berat,” imbuhnya.

Untuk mendukung proses evakuasi tersebut, Basarnas menyiapkan lima unit crane, 30 ambulans, 300 kantong jenazah, serta 30 dump truck yang akan digunakan untuk mengangkut puing bangunan maupun barang milik korban yang ditemukan.

Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta para relawan masih terus berupaya melanjutkan pencarian manual sambil menyiapkan pengerahan alat berat. Sementara itu, suasana di posko gabungan masih diliputi harapan dan keharuan. Para keluarga korban tetap setia menunggu, berharap kabar tentang anak-anak mereka segera terjawab. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.