,

ACT Siap Perjuangkan Pemerataan Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu di Sidoarjo

oleh -89 Dilihat
Foto : Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Gerindra Sidoarjo Andri Chrystanto (ACT

Sidoarjosatu.com– Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Gerindra Sidoarjo Andri Chrystanto (ACT) akan memperjuangkan pemerataan pendidikan untuk keluarga kurang mampu di Sidoarjo. Menurutnya, masih banyak anak dari keluarga miskin di Sidoarjo yang sulit melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Dikatakan ACT, dari hasil kunjungan dan pengamatan di tiga daerah pemilihannya (Dapil) 1 Sidoarjo, Buduran dan Sedati cukup banyak anak keluarga miskin yang tidak bisa melanjutkan sekolah terutama tingkat SMA.

“Anak dari keluarga miskin banyak yang memiliki kemampuan luar biasa dan memiliki keinginan besar melanjutkan sekolah hingga ke jenjang pendidikan tinggi, namun karena kondisi keuangan orang tuanya tidak memadai akhirnya sekolah tinggi hanya mimpi,” sesal Andri dalam keterangan yang diterima, Selasa (4/7/2023).

Dirinya menegaskan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak, relevan, dan bermutu merupakan hak asasi dari setiap warga negara, termasuk warga Jawa Timur pada umumnya dan Sidoarjo pada khususnya. Hal itu juga sebagaimana yang di tetapkan dalam perundang-undangan.

“Meskipun nantinya gratis dimana besarannya akan diatur lebih lanjut dengan Pergub (Peraturan Gubernur) , tapi pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sidoarjo harus tetap memperhatikan mutu dari pendidikan. Jangan sampai mutu pendidikan berkurang karena program pendidikan gratis,” tegas loyalis Bambang Haryo Soekartono ini.

Pihaknya juga menyesalkan banyaknya warga kurang mampu yang tak tertampung di sekolah negeri lantaran sistem zonasi. Meski dinilai positif, sistem zonasi juga perlu memperhatikan beberapa faktor lain khususnya terkait warga kurang mampu yang jaraknya jauh dari sekolah.

“Meski banyak jalur seperti afirmasi untuk keluarga miskin agar bisa masuk sekolah negeri dan jalur prestasi. Fakta di lapangan masih banyak anak dari keluarga miskin tidak diterima di sekolah negeri. Mereka harus merogoh kocek yang cukup banyak untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Iya kalau mampu kalau tidak apa anak mereka tidak putus sekolah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika diberi kesempatan oleh warga Sidoarjo duduk di kursi DPRD, dia akan berupaya memperjuangkan terbentuknya peraturan daerah yang dapat mewujudkan pemerataan pendidikan dan pembangunan sektor pendidikan yang lebih baik.

Selain itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan dana sektor pendidikan yang besar sehingga bisa banyak anak keluarga miskin yang dapat dibantu melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi, serta banyak program pembangunan sektor pendidikan yang bisa dijalankan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.