Dirugikan Wasit hingga Teror Suporter, Persida Sidoarjo Minta Venue Laga 16 Besar Liga 4 Dipindah

oleh -1142 Dilihat
oleh
Tangkapan layar video official dari dalam bus Persida Sidoarjo usai pertandingan saat dihadang dan dilempari suporter Tim Persid Jember. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Manajemen Persida Sidoarjo melayangkan protes keras atas perlakuan yang diterima timnya saat bertandang ke markas Persid Jember dalam lanjutan babak 16 besar Liga 4 Kopi Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur Musim 2025/2026 di Stadion Sport Garden, Senin (19/1/2026).

Pada pertandingan tersebut, Persida Sidoarjo harus mengakui keunggulan tuan rumah Persid Jember dengan skor 2-1. Namun, kekalahan itu dinilai sarat kontroversi, mulai dari kepemimpinan wasit hingga persoalan keamanan usai pertandingan.

Manager Persida Sidoarjo, Andi Tri Setiawan, mengungkapkan bahwa timnya merasa sangat dirugikan oleh keputusan wasit, terutama pemberian penalti di menit-menit akhir yang berujung pada kemenangan Persid Jember.

Baca juga: Warga Taman Sidoarjo Diduga Dikeroyok Puluhan Pemuda Saat Arak-Arakan Mengendarai Sepeda Motor

Andi Tri Setiawan, Manager Persida Sidoarjo. (dok. Sidoarjosatu.com)

“Kemarin kami sangat banyak dirugikan dengan kepemimpinan wasit, sampai akhirnya kami terkena penalti di menit akhir. Kami terpaksa menerimanya, meski keputusan itu sangat merugikan,” ujar Andi, saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya persoalan teknis pertandingan, Andi juga menyoroti buruknya pengamanan stadion. Ia mengungkapkan insiden pelemparan yang dialami pemain Persida, khususnya penjaga gawang, sesaat setelah konferensi pers.

“Setelah press conference, pemain kami, terutama kiper, saat keluar dari ruangan dilempari oleh suporter dari lantai dua stadion dan mengenai kepala. Tentu kami sangat marah dengan kejadian itu,” tegasnya.

Meski sempat terjadi keributan kecil dan dinyatakan selesai, situasi justru semakin memanas saat rombongan Persida hendak meninggalkan stadion.

Baca juga: Kekerasan Seksual Anak Meningkat, DPRD Sidoarjo Ingatkan Bahaya Konten Asusila di Gawai

“Begitu keluar stadion, di pintu keluar sudah ada beberapa oknum suporter yang menunggu dan melakukan pelemparan ke bus kami,” lanjut Andi.

Ironisnya, Andi menilai kehadiran petugas keamanan sangat minim. Bahkan hingga meninggalkan stadion, rombongan Persida disebut tidak mendapatkan pengawalan sama sekali.

“Petugas keamanan sangat minim. Sampai keluar stadion kami tidak ada pengawalan, bahkan sampai ke hotel kami masih dikejar oleh oknum suporter,” ungkapnya.

Teror pun berlanjut hingga malam hari. Menurut Andi, hingga pukul 22.00 WIB pihaknya masih menerima ancaman bahwa sejumlah suporter berencana mendatangi hotel tempat tim Persida menginap.

“Sampai jam 22.00 kami masih mendapat teror dari oknum suporter yang berencana mendatangi hotel. Saya sendiri masih standby di hotel,” katanya.

Atas rentetan insiden tersebut, manajemen Persida Sidoarjo telah mengirimkan surat resmi kepada Asprov PSSI Jawa Timur untuk meminta pemindahan venue pertandingan selanjutnya demi menjamin keselamatan tim.

Baca juga: Polemik TKD Taman Sidoarjo, Pengamat Sebut Retribusi Bukan Solusi, Bisa Seret Pemda ke Masalah Hukum

“Semalam kami sudah mengirim surat ke Asprov PSSI Jatim untuk memindahkan venue pertandingan karena faktor keamanan,” jelas Andi.

Ia menambahkan, meski akhirnya pihak keamanan berjaga di hotel, kerugian tetap terjadi. Bus yang ditumpangi Persida dilaporkan mengalami kerusakan.

“Kaca belakang bus kami pecah. Pihak panitia pelaksana menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” pungkasnya.

Manajemen Persida berharap Asprov PSSI Jawa Timur segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan pemain serta ofisial tim dapat terjamin dalam sisa kompetisi. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.