Dukung Ketahanan Pangan, 15 Gapoktan di Sidoarjo Terima Bantuan Handtraktor dan Alsintan

oleh -442 Dilihat
oleh
Foto : Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana saat menyerahkan secara simbolis bantuan handtraktor kepada Gapoktan di desa

SIDOARJOSATU.COM — Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Sidoarjo kembali mendapat dukungan nyata dari pemerintah pusat. Sebanyak 15 unit handtraktor dan satu unit mesin panen padi (Combine Harvester) diserahkan kepada kelompok tani oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Selasa (20/5/2025).

Penyerahan dilakukan di dua lokasi, yakni Kantor Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo serta Balai Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut merupakan program Kementerian Pertanian RI yang digulirkan atas aspirasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sidoarjo.

“Manfaatkan handtraktor ini dengan baik, ngeh. Alat ini harus menjadi penunjang produktivitas, bukan hanya disimpan,” pesan Wabup Mimik kepada para penerima bantuan.

Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional yang kini digaungkan Presiden Prabowo. Oleh karena itu, ia juga meminta agar lahan-lahan pertanian tidak dialihfungsikan.

“Saya titip ojok di dol sawah jenengan. Tetap semangat mempertahankan pertanian kita, ngeh,” ujarnya dengan nada tegas.

Wabup Mimik yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD TMI Kabupaten Sidoarjo menjelaskan bahwa Combine Harvester yang diserahkan kepada Gapoktan Desa Pertapan Maduretno akan digunakan secara bergiliran oleh empat Gapoktan yang merawat total 77 hektar sawah di wilayah tersebut.

“Allhamdulillah, alat ini bisa meningkatkan efektivitas kerja para petani. Harapan kami, hasil panennya juga akan meningkat,” katanya di hadapan para petani di Balai Desa Pertapan Maduretno.

Dalam kesempatan yang sama, Mimik juga mendorong petani memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) yang disediakan oleh BPR Delta Artha, dengan bunga ringan 2 persen per tahun. Kredit ini ditujukan khusus untuk pelaku UMKM dan sektor produktif seperti pertanian dan perikanan.

“Ada Kurda, panjenengan butuh modal bisa memanfaatkan Kurda ini, bunganya sedikit pak,” ucapnya.

Petani: Bisa Nabung untuk Haji Berkat Bertani

Khoiri, seorang petani asal Kelurahan Urangagung, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyebut keberadaan handtraktor sangat membantu efisiensi kerja dan menekan biaya produksi. Sebelumnya, ia harus menyewa alat dari desa lain karena miliknya rusak.

“Sebenarnya kita punya handtraktor, tapi rusak. Terpaksa kita sewa dari desa lain, termasuk operatornya,” ungkapnya.

Khoiri juga menuturkan bahwa bertani tetap menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Dari lahan satu hektar yang ia kelola, meskipun bukan miliknya sendiri ia sudah bisa menabung untuk biaya haji dan membeli rumah.

“Alhamdulillah pupuk sekarang sudah lancar, obat-obatan juga tercukupi,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini, pemerintah daerah berharap para petani semakin terdorong untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian di tengah ancaman alih fungsi lahan yang kian marak. (Had)

No More Posts Available.

No more pages to load.