Prihatin Jebolnya Atap Ruang Kelas di SMPN 1 Gedangan, Bupati Sidoarjo Segera Perbaiki

oleh -262 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melihat lokasi jebolnya atap SMP Negeri 1 Gedangan, Selasa (24/2).(Sidoarjosatu.com)

SIDOARJOSATU.COM – Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 1 Gedangan, menyusul laporan ambruknya atap salah satu ruang kelas di sekolah tersebut. Selasa (24/2/2026).

Dalam tinjauannya, Subandi mendapati kondisi bangunan yang memprihatinkan. Satu ruang kelas mengalami jebol pada bagian atap, sementara tiga ruang lainnya terlihat lapuk dan rawan ambruk.

Tak hanya itu, persoalan lain juga mencuat, yakni lantai kelas yang kerap tergenang air saat hujan deras mengguyur.

Baca juga: Kabid KRTH DLHK Mulai Diklarifikasi, Arif Mulyono : Kendaraan Operasional Harus Siaga, Bukan Diparkir Dirumah  

Melihat situasi tersebut, Subandi menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa ditunda. Keselamatan dan kenyamanan siswa, menurutnya, menjadi prioritas utama pemerintah daerah (Pemda).

“Hari ini, kami sidak bersama Wakil Ketua DPRD, Dinas Pendidikan, Camat, dan Kepala Desa. Melihat kondisi seperti ini, tentu harus segera diperbaiki. Anak-anak butuh sekolah yang aman dan nyaman, karena itu menjadi tanggung jawab Pemda,” tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Sidoarjo akan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT), agar proses perbaikan tidak perlu menunggu penganggaran reguler yang memakan waktu cukup lama.

Baca juga: Tiga dari Empat Mantan Kadis Perkim CKTR Sidoarjo Dituntut Enam Tahun, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi Pekan Depan

Subandi merinci, pekerjaan mendesak meliputi pembangunan kembali atap yang ambruk serta penggantian konstruksi kayu yang sudah keropos dengan material yang lebih kokoh.

Selain itu, lantai ruang kelas juga akan ditinggikan guna mengantisipasi banjir agar perbaikan tidak dilakukan berulang kali.

“Ini urgent, terutama pembangunan atap dan peninggian lantai karena sering banjir. Sekalian kita naikkan lantainya supaya tidak banjir lagi, jadi tidak kerja dua kali,” ungkapnya.

Berdasarkan estimasi awal, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 250 juta per ruang kelas. Namun, angka final masih menunggu hasil kajian teknis, termasuk opsi penggunaan rangka baja ringan agar bangunan lebih kuat dan tahan lama.

Baca juga: JPU Tuntut 5 Tahun Penjara Tiga Terdakwa Pungli Rekrutmen Perangkat Desa Tulangan Sidoarjo

Pemerintah menargetkan kajian teknis rampung dalam waktu dekat sehingga proses pengerjaan bisa segera dimulai.

Harapannya, setelah libur Lebaran, para siswa sudah dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman tanpa dihantui kekhawatiran atap roboh.

“Mudah-mudahan setelah Lebaran anak-anak sudah bisa menikmati kelas yang bagus dan nyaman, tanpa kekhawatiran atap roboh lagi,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.