Proges Capai 70 Persen, Bupati Sidoarjo Pastikan Pembangunan Dam Kedungpeluk Sesuai Target

oleh -1016 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, didampingi Kepala Dinas PUBMSDA, Makhmud, saat sidak ke Dam Kedungpeluk Kecamatan Candi. (zal/sidoarjosatu.com)

SIDOARJOSATU.COM – Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan dam atau pintu air di kawasan Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (27/1/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis pengendalian banjir itu berjalan sesuai target, sekaligus benar-benar mampu menjawab persoalan banjir tahunan yang selama ini menghantui wilayah Kecamatan Candi dan Tanggulangin.

Dalam peninjauan langsung di lapangan, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Dam Kedungpeluk merupakan langkah krusial dalam mengurai simpul-simpul banjir di wilayah selatan Kabupaten Sidoarjo.

Keberadaan pintu air ini dirancang untuk mengatur debit air secara terkontrol, sekaligus mengalirkannya lebih efektif menuju Sungai Mbah Gepuk.

Baca juga: Begini Kata Ahli Hukum Pidana Soal Sprindik Mabes Polri Terhadap Bupati Sidoarjo Subandi

Pembangunan Dam Kedungpeluk. (zal/sidoarjosato.com)

“Tujuan kita bikin Dam di sini adalah untuk mengurai banjir yang ada di Kecamatan Candi dan Tanggulangin. Mudah-mudahan kalau ini selesai, tensi banjir bisa kita buang ke Sungai Mbah Gepuk,” ujar Bupati Subandi dilokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan Dam Kedungpeluk saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.

Bupati Subandi, mengakui bahwa pada periode sebelumnya ia sempat melayangkan teguran keras kepada pihak pelaksana proyek karena ritme pekerjaan yang dinilai lamban.

Namun demikian, ia memberikan apresiasi atas percepatan signifikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, yang menunjukkan adanya perbaikan kinerja dan komitmen penyelesaian proyek sesuai target.

“Kemarin bulan Desember, kami sempat marah karena pekerjaannya lambat. Tapi hari ini, kamu melihat progresnya sudah bagus, hampir 70 persen. Pekerjaan tersulit terutama di bagian bawah ternyata sudah selesai,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, rampungnya konstruksi bawah air menjadi indikator penting, mengingat tahapan tersebut merupakan bagian paling krusial sekaligus berisiko tinggi dalam pembangunan pintu air.

Bupati Subandi juga memberikan tenggat waktu yang tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo dan pihak pelaksana proyek.

Ia menargetkan pada 14 Februari 2026 mendatang seluruh konstruksi sengkang serta besi penyangga sudah dapat ditarik, sehingga fungsi pembuangan air ke sungai dapat segera dioptimalkan secara maksimal.

Untuk mengejar target tersebut, Subandi menekankan sejumlah poin strategis yang harus segera ditindaklanjuti, di antaranya penerapan sistem kerja shift.

Ia meminta pengerjaan dilakukan secara intensif, baik satu, dua, hingga tiga shift, mengingat pekerjaan konstruksi bawah air telah rampung dan tahapan lanjutan harus dipacu secara maksimal.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan Dinas PUBMSDA untuk segera melakukan normalisasi sungai.

Pasalnya, pengerukan sedimen atau material tanah yang masih mengendap di aliran sungai hingga ke arah muara dinilai krusial agar aliran air semakin lancar, kapasitas tampung sungai meningkat, serta fungsi pengendalian banjir dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga: DPRD Sidoarjo Desak Fakta, Bukan Asumsi Terkait Masalah Warga Sruni Gedangan dengan Pabrik Kaca

“Dengan selesainya struktur bawah, proyek ini sekarang relatif lebih aman dari gangguan debit air sungai maupun hujan lebat. Jadi tidak ada alasan lagi untuk memperlambat pekerjaan,” tandasnya.

Pembangunan Dam Kedungpeluk menjadi harapan baru bagi warga Sidoarjo, khususnya masyarakat di wilayah selatan, yang setiap musim hujan kerap harus menghadapi genangan air hingga banjir berkepanjangan.

Kondisi tersebut selama ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak serius terhadap mobilitas warga, akses layanan publik, serta roda perekonomian masyarakat.

Dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu, masyarakat menaruh harapan besar agar persoalan banjir yang selama ini menjadi “langganan” dapat diminimalkan secara signifikan dan tidak lagi menjadi ancaman tahunan bagi kehidupan sosial maupun ekonomi warga.

“Kita upayakan Februari 2026 ini semua beres. Fungsi pembuangan air ke sungai bisa maksimal, dan normalisasi muara juga kita jalankan agar alirannya lebih fleksibel,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.