Wabup Mimik Apresiasi Peluncuran Lagu, Dorong Budaya Bersih di Kawasan CFD

oleh -17 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat memberikan sambutan. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan apresiasi atas peluncuran lagu “Sidoarjo Bersih” yang dipersembahkan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Sidoarjo.

Lagu tersebut dihadirkan sebagai sarana edukasi untuk memperkuat budaya hidup bersih sekaligus menjaga kenyamanan kawasan Car Free Day (CFD) dan ruang publik di Kabupaten Sidoarjo.

Lagu ciptaan drg. Winaryo, Sp.Perio itu diluncurkan sebagai media kampanye yang mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Menariknya, proses penciptaan lagu tersebut berlangsung sangat cepat, kurang dari dua hari, dan langsung dapat dibawakan oleh tim paduan suara yang mampu menghafalkannya dalam waktu singkat.

BACA JUGA: Bupati Subandi Sidak 4 RTLH di Sedati, Pastikan Renovasi Segera Dilakukan Juni Ini

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi kepada IKA Unair Cabang Sidoarjo atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat melalui pendekatan kreatif yang mudah diterima berbagai kalangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengapresiasi Ikatan Alumni Universitas Airlangga yang telah memberikan hadiah istimewa untuk Sidoarjo berupa lagu yang penuh semangat dan sarat pesan positif,” ujar Mimik saat peluncuran lagu di Paseban Timur Alun-alun Sidoarjo, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, keberadaan Car Free Day tidak hanya menjadi ruang aktivitas dan interaksi masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

“Car Free Day tidak hanya harus ramai, tetapi juga bersih dan nyaman. Melalui lagu ini, pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dapat disampaikan dengan cara yang sederhana, menyentuh, dan mudah diingat. Maknanya sangat luar biasa,” katanya.

Mimik menegaskan, lagu “Sidoarjo Bersih” menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pesan yang disampaikan melalui musik dinilai lebih efektif karena mudah diterima dan melekat dalam ingatan masyarakat.

“Setelah mendengarkan lagu ini, kita diingatkan untuk terus menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Menjaga Sidoarjo bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab masyarakat, komunitas, akademisi, dan seluruh elemen yang bergerak bersama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat merupakan modal penting dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Raih WTP ke-13 Kali, Konsistensi Pemkab Sidoarjo dalam Pengelolaan Keuangan Daerah

“Ketika musik ini terdengar, masyarakat akan langsung teringat bahwa Car Free Day bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan lingkungan. Mari jadikan budaya bersih sebagai kebiasaan yang lahir dari kesadaran, bukan karena ada yang mengawasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IKA Unair Cabang Sidoarjo, dr. Berlian Aniek Herlina, mengatakan bahwa lagu dipilih sebagai media kampanye karena memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan secara cepat, efektif, dan mudah diingat oleh masyarakat.

Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut adalah mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sebagai beban.

“Melalui lagu ‘Sidoarjo Bersih’, kami berharap semangat menjaga kebersihan terus menggema di tengah masyarakat sehingga ruang-ruang publik, khususnya kawasan CFD dan Alun-alun Sidoarjo, semakin bersih, sehat, indah, dan nyaman untuk dinikmati bersama,” pungkasnya.(zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.